Meninjau Indahnya Alam di Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran ini sebenarnya dulunya, pada 60 tahun sampai dengan 70 tahun yang lalu adalah gunung berapi yang aktif. Namun kini, gunung ini sudah lebih aman, karena kawasannya telah dikelola dengan cukup baik secara mandiri oleh pihak karang taruna. Di gunung inilah Anda bisa berjelajah alam menyusuri area sambil menikmati indahnya alam Gunung Api Purba Nglanggeran.

Untuk menuju ke Gunung Api Purba Nglanggeran ini, Anda bisa menggunakan 2 jalur utama supaya bisa sampai ke lokasi. Dimana untuk penjelasannya adalah sebagai berikut ini:

Dari Wonosari, Anda bisa mengambil arah ke bunderan Sambipitu, lalu ke dusun Bobung. Kemudian Anda bisa mengambil arah ke desa Nglanggeran. Sementara untuk jalur keduanya, Anda bisa mengambil arah dari Jogja ke Bukit Bintang Patuk, kemudian lewat radio GCD FM, dilanjutkan ke desa Ngoro-oro. Kemudian, lanjut sampai ke desa Nglanggeran, maka Anda sudah sampai ke lokasi.

gunung api purba nglanggeran

Lokasi dan Sejarah Gunung Api Purba Nglanggeran

Lokasi gunung api Purba Nglanggeran ini terletak di desa Nglanggeran, di Kec. Patuk, Kab. Gunungkidul, di Yogyakarta. Desa ini berjarak 25 km dari kota Yogyakarta. Hanya saja, bila diukur dari Wonosari, jaraknya sejauh 20 km. Gunung ini letaknya ada di area karst Baturagug yang terdiri atas batuan beku, seperti lava dan breksi andesit.

Nama gunung api Purba Nglanggeran ini sebenarnya berasal dari kata melanggar atau nglanggar. Ada banyak sejarah yang berkaitan dengan gunung api Nglanggeran. Hampir setiap cerita tentang legenda di gunung ini telah dipercaya oleh warga sekitar. Salah satu contoh cerita yang terkenal adalah kemurkaan dari Dalang yang telah mengutuk warga desanya.

Konon dulu berdasarkan cerita masyarakat sekitar, ratusan tahun silam para warga desa yang kebanyakan adalah seorang petani telah mengundang dalang yang sangat terkenal di masa itu. Saat itu, mereka mengundang dalang tersebut untuk pesta syukuran atas hasil panennya. Hanya saja, saat ini ada satu warga yang bertindak ceroboh dan memainkan wayang si dalang. Selanjutnya, saat asyik memainkannya, secara tidak sengaja ada warga yang telah membuat wayangnya menjaadi rusak.

Akhirnya, si dalang menjadi murka dan mengutuk warga desa setempat untuk menjadi sosok wayang. Setelah itu, mereka dibuang ke bukit Nglanggeran. Di area kawasan gunung disini juga ada batuan yang besar yang kerap digunakan untuk bertapa dan tempat bersemedi. Beberapa warga sekitar percaya gunung ini dijaga Kyai Ongko Wijoyo, dan juga tokoh pewayangan Punokawan. Yaitu, Petruk, Semar, Bagong, dan Gareng.

Misteri Gunung Api

Selain memiliki sejarah yang menarik untuk disimak, ternyata gunung ini juga memiliki banyak misteri yang belum diketahui banyak orang. Misteri ini adalah tentang sebuah pemukiman yang berisi 7 kepala keluarga saja. Keanehan tersebut terjadi di kawasan Tologo Mardidho, di Dusun Nglanggeran Wetan, di kec. Patuk di atas puncak Gunung Nglanggeran.

Misteri keanehan dari 7 kepala keluarga ini bermula dari kerap terjadinya kematian saat ada warga ke-8 yang menjadi warga tetap di desa tersebut. Begitu juga sebaliknya. Saat ada penduduk desa itu yang jumlahnya kurang dari 7 kepala keluarga, maka umlah keluarga yang tersisa ataupun warga setempatnya akan diserang berbagai macam penyakit yang akhirnya berujung kematian.

Dari kisah misteri inilah pada akhirnya warga setempat mulai percaya dan yakin bahwa di tempat ini Cuma boleh ditempati 7 kepala keluarga saja. Jumlahnya tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang. Sehingga, bila ada salahs atu anggota keluarga yang menikah dan ada anggota keluarga baru, maka salah satunya harus mengalah dan pergi dari desa itu.

Pesona Gunung Gunung Api Purba Nglanggeran

Tidak hanya memiliki misteri dan cerita sejarah yang menarik, gunung ini juga memiliki pesona alam yang menakjubkan. Tak heran jika di area ini pernah dijadikan lokasi film dokumenter yang berjudul Jendral Soedirman yang dibintangi oleh Adipati Dolken. Pertama kalinya melintasi pintu masuk, Anda akan melihat sebuah bangunan pendopo Joglo Kalisongo. Kemudian, Anda bisa berjalan melewati jalan setapak dimana Anda akan melihat ada 3 gardu pandang. Yaitu, gardu pandang rendah, puncak, dan intermediate.

Spot Menarik di Gunung Api Purba Nglanggeran

Saat Anda berwisata ke Gunung Api Purba Nglanggeran ini, Anda akan menemukan 2 puncak saat pendakian di gunung ini. Dimana untuk lebih lengkapnya adalah sebagai berikut ini:

Puncak Pertama

Untuk pendakian pada gunung di puncak pertama ini mempunyai ketinggian yang sedang. Sehingga, supaya Anda bisa mencapai puncak ke ara gunung ini, maka Anda bisa melakukannya dengan cara berjalan kaki selama 30 menit sampai dengan 45 menit sambil melewati celah di antara bukit batu yang cukup sempit memakai tangga kayu. Jalurnya cukup pendek, sehingga waktu Anda tidak akan terbuang sia – sia.

Puncak Kedua

Puncak ini dinamakan puncak gunung Gede, sebagai puncak paling tinggi. Sehingga, Anda harus memakan waktu yang lama dengan medan yang jauh lebih sulit dan jarah yang jauh untuk bisa menikmati pesona di puncak kedua Gunung Api Purba Nglanggeran yang satu ini. Disinilah Anda bisa melihat dengan jelas proses tenggelamnya matahari beserta kemunculan bulan. Sehingga, di malam hari, Anda akan melihat taburan bintang di langit.

Kegiatan Menarik di Gunung Api Purba Nglanggeran

Ada banyak kegiatan yang menarik yang bisa dilakukan di gunung api purba ini. Yaitu;

  1. Panjat Tebing

Disini terdapat bongkahan batu yang telah menjulang tinggi dan kemiringan beserta tingkat kesulitannya sangat beraneka ragam. Maka dari itulah, disinilah Anda bisa mencoba kegiatan panjat tebing. Tebing disini adalah tebing andesit yang berasal dari aktivitas gunung berapi yang kemudian membentuk sebuah bongkahan tebingyang menarik.

Dari sinilah kenapa pecinta olahraga panjat tebing wajib berkunjung ke tempat ini. Karena disinilah sering dijadikan sebagai salah satu lokasi untuk latihan panjat tebing. Ada beberapa rute panjat tebing di gunung ini. Dimulai dari yang mudah sampai di tingkat profesional.

  1. Berkemah

Di tempat inilah Anda bisa berkemah dengan 2 pilihan tempat. Yaitu, di tengah perjalanan ke puncak gunung. Dimana Anda nanti bisa memakai fasilitas pendopo yang ada di sekitar area. Ada juga akses untuk kamar mandi yang dekat dengan tanah lapang tempat Anda berkemah. Sedangkan spot yang kedua untuk berkemah ada di puncak pertama yang ada di gunung api Purba.

  1. Piknik

Bila Anda tidak suka berkemah, Anda bisa melakukan kegiatan menarik yang lainnya. Yaitu, piknik! Lokasi pikniknya tidak jauh dari lokasi untuk berkemah.

  1. Outbond

Sama halnya dengn piknik. Anda juga bisa melakukan kegiatan permainan outbond ditanah lapang lokasi kemah disini. Hanya saja, permainan yang dipilih harus tetap melihat dari segi keselamatan pesertanya dulu.

  1. Melihat pemandangan

Berbicara tentang pemandangan di gunung Api Purba disini memang sangat menakjubkan. Apalagi bila Anda bisa sampai ke puncaknya. Anda bisa melihat betapa indahnya pemandangan kota Yogyakarta dari puncak gunung. Di pagi hari, disini kabutnya sangat tebal dan bisa menambah kesan romantis didalamnya.

Fasilitas

Fasilitas di tempat wisata ini cukup lengkap. Di bawah ini adalah beberapa fasilitas pendukung yang ada di tempat wisata ini, antara lain:

  1. Tempat Ibadah.
  2. Camping Ground.
  3. Jalur Pendakian.
  4. Fasilitas MCK.
  5. Homestay
  6. Pusat Kuliner.
  7. Balai Pertemuan.
  8. Posko Kesehatan.
  9. Pusat informasi.
  10. Pendopo Joglo Kalisong untuk tempat pertemuan dan pelatihan atau seminar.
  11. Gardu Pandang di atas gunung.
  12. Jalan Akses ke Puncak 2 jalur pilihan utama.
  13. Tempat parkir, kamar mandi, talut, dan juga Benteng yang ada di Kalisong.
Tiket Masuk dan Jam Buka

Harga tiket masuk disini terbagi menjadi 2. Yaitu untuk wisatawan domestik dan mancanegara. Untuk tiket domestik adalah sebagai berikut ini:

Tiket Gunung Api Purba di malam hari Rp 20.000 , –
Tiket Air Terjun Kedung Kandang Rp 7.000, –
Tiket gunung api di siang hari Rp 15.000, –
Tiket Kampung Pitu siang dan malam sebesar Rp 15.000, –
Tiket Embung Nglanggeran di malam hari Rp 15.000, – dan tiket masuk di siang hari Rp 10.000, –

Tiket Masuk Wisatawan Mancanegara

Tiket Gunung Api Purba di malam hari dan siang hari Rp 30.000 , –
Tiket Air Terjun Kedung Kandang Rp 20.000, –
Tiket Kampung Pitu siang malam senilaiRp 30.000, –
Tiket Embung Nglanggeran siang malam sebesar Rp 30.000, –

Jam Buka

24 Jam.

Biaya Parkir

Parkir Motor Rp 2.000, -/ unit.
Parkir Mobil Rp 5.000, -/ unit.

 

Lihat Juga :

www.alindstransport.com